setan, jin dan hantu ….. hanya imajinasi!

Nyai Roro Kidul adalah Kreasi Raja Jawa untuk Menakut-nakuti Rakyat

Oktober 23, 2007 · & Komentar

Sengaja saya sediakan satu bab tersendiri untuk membahas si Nyai Roro Kidul atau disebut juga Nyai Loro Kidul atau Nyi Roro Kidul atau Kanjeng Ratu Kidul, sosok yang dipercaya oleh sebagaian besar orang-orang di daerah pantai Laut Selatan Pulau Jawa sebagai Ratu Penguasa dari Laut Selatan yang merupakan mahluk halus. Roro berasal dari bahasa Jawa yang artinya perawan (tidak menikah) sedangkan kidul artinya selatan. 

Dulu waktu masih SD saya pernah baca di sebuah buku bahwa dahulu jaman raja-raja Jawa, ada seorang putri yang menolak dinikahkan (atau seorang putri raja yang patah hati?) terus berlari-lari menuju ke tengah lautan yang berombak besar hingga lenyap ditelan ombak. Kemudian di masyarakat munculah kepercayaan bahwa di Laut Selatan ada ratunya yaitu si Nyai Roro Kidul. Menurut kepercayaan, kalau sedang berada di pantai selatan kabarnya anda dilarang memakai baju hijau, nanti anda dikejar-kejar ombak.

Laut di sebelah selatan pulau Jawa dan juga Sumatera berbeda dengan laut sebelah utara Pulau Jawa dan Sumatera. Laut Selatan berombak besar dikarenakan adanya palung (trench) yang dalam dan memanjang dari sebelah selatan pulau Bali hingga pulau Sumatera dan juga hubungannya dengan lautan luas yaitu Samudera Hindia. Palung tersebut terbentuk sebagai akibat pertemuan (subduction) antara dua lempeng tektonik (tectonic plate) yaitu lempeng Asia dan lempeng Australia. Sementara Laut Utara Pulau Jawa yang tidak terlalu dalam cenderung tenang, termasuk sebagai bagian dataran sunda (Sunda Shelf). Kepercayaan yang berlebihan mengenai adanya penguasa Laut Selatan bisa bertahan hingga saat ini disamping karena masyarakat bodoh-bodoh, juga karena laut selatan mempunyai ombak yang bikin jantung deg-degan (saya pernah ke daerah pantai Sukabumi, lautnya lebih mendebarkan di bandingkan laut di pantai Tegal) dan sering terjadi perahu nelayan tengggelam ditelan ombak besar dan mengalmarhumkan para penumpangnya. Jadi rasa takutlah yang menciptakan imajinasi mengenai kekuasaan si Ratu Laut Selatan, untuk jelasnya anda dapat membaca kembali Setan dan Angan-Angan Kosong di Bab 4.

Deepest sea Also called Oceanic Trench, any long, narrow, steep-sided depression in the ocean bottom in which maximum oceanic depths (approximately 7,300 to more than 11,000 m [24,000 to 36,000 feet]) occur. The deepest known depression ofthis kind is the Mariana Trench, which lies east of the Mariana Islands in the western North Pacific Ocean.

Trenches generally lie seaward of and parallel to adjacent island arcs or mountain ranges of the continental margins. Of the Earth’s 20 major trenches, 17 are found in the Pacific. The only Atlantic trenches are the Puerto Rico Trench north of the Caribbean islands and the South Sandwich Trench east of Drake Passage between South America and Antarctica. The single major Indian Ocean trench is the Java Trench south of Indonesia.

Java Trench also called Sunda Double Trench, deep submarine depression in the eastern Indian Ocean, located generally 190 miles (305 km) off the southwestern coasts ofthe islands of Sumatra and Java, Indonesia. The trench extends for more than 1,600 miles (2,600 km) from northwest to southeast. Its slopes exceed 10° and descend to a maximum depth of 24,440 feet (7,450 m), the deepest point in the Indian Ocean. Much of the Java Trench is at least partially filled by sediments, particularly the section paralleling the Sunda Island arc, a group of islands in an active volcanic zone. For about one-half its length, south of Sumatra, the trench is divided into two parallel troughs by an underwater ridge. To the northwest the Java Trench merges with a system of islands and continental shelves that eventually extend into the Ganges River delta.

(sumber: Encyclopedia Britannica 2003: Ultimate Reference Suite – compact disk).

Salah satu hotel di pantai laut Selatan kabarnya ada yang sengaja mengosongkan sebuah kamar untuk si Nyi Roro Kidul. Ya namanya juga pemilik yang mencoba cari sensasi biar hotelnya ramai dikunjungi, “Boleh juga ide anda Boss…!”

Seorang saudara jauh saya, Bustanul Arifin, punya komentar menarik mengenai si Nyai Roro Kidul sebagai berikut “setan-setan Jawa (Indonesia) tidak punya ambisi politik untuk menguasai dunia berbeda dengan setan-setan / Iblis versi Hollywood yang dalam film digambarkan muncul dari neraka lalu bertarung fisik secara brutal dengan para jagoan bule untuk menguasai umat manusia dan dunia”. Ya pembaca, perbedaan budayalah yang membentuk perbedaan ambisi setan. Orang Jawa umumnya sungkan tidak serakah jadi ya setan yang diciptakan imajinasinya pun tidak begitu ambisius.

Berikut ini saya kutipkan pendapat Pramoedya Ananta Toer mengenai Nyai Roro Kidul yang tersirat dalam salah satu buku tertralogi Pulau Buru Anak Semua Bangsa pada halaman 77 Pramoedya dengan lihai menggunakan “tangan Orang Eropa” untuk mengkritik kepercayaan orang Jawa mengenai Nyai Roro Kidul.

Tetapi Eropa kolonial tidak berhenti sampai disitu. Setelah Pribumi jatuh dalam kehinaan dan tak mampu lagi membela dirinya sendiri, dilemparkannya hinaan yang sebodoh-bodohnya. Mereka mengetawakan penguasa-penguasa pribumi di Jawa yang menggunakan tahayul untuk menguasai rakyatnya sendiri, dan dengan demikian tak mengeluarkan biaya untuk menyewa tenaga-tenaga kepolisian untuk mempertahankan kepentingannya. Nyai Roro Kidul adalah kreasi Jawa yang gemilang untuk mempertahankan kepentingan Raja-Raja Pribumi Jawa.

Ya dugaan Pramoedya (anda memang jenius!) ternyata benar bahwa Raja (Kalangan Kerajaan Jawa Kuno) ternyata menggunakan hal-hal gaib untuk menakut-nakuti orang-orang awam sehingga kediktatoran mereka tidak pernah digugat (saya penasaran, adakah kaitan cerita Nyai Roro Kidul muncul dengan peristiwa kudeta berdarah yang dilakukan oleh rakyat jelata yaitu Ken Arok?). Ini sejalan dengan yang dikemukakan Polybius (dikutip dalam terjemahan buku Kontroversi Kenabian Dalam Islam: Antara Filsafat dan Ortodoksi karya Fazlur Rahman):

Namun karena orang-orang awam adalah orang yang tidak punya pikiran dan penuh dengan dorongan-dorongan yang bertentangan dengan hukum, seperti rasa marah yang tak rasional dan kecenderungan-kecenderungan yang agresif, tidak ada satu yang dapat mengendalikan mereka kecuali rasa takut terhadap yang gaib.

Penggunaan hal-hal gaib ternyata tidak cuma dilakukan Raja-Raja Jawa, dalam buku Misteri Hantu karya John Guy (terjemahan dari The Unexplained Series: Ghosts) menyebutkan antara lain:

Di Jepang, hantu sering dianggap berbentuk rubah. Jika ada orang yang makan terlalu banyak atau rewel dengan penampilan mereka, mereka dikatakan kerasukan rubah. Di Jepang, memelihara rubah masih dianggap tabu. Kalau melanggar, orang itu akan disihir atau dikutuk. Ini adalah upaya pemimpin religius zaman dulu untuk mendorong orang agar tidak materialistis. Sementara di Cina, ada keyakinan bahwa hantu adalah seseorang yang mati gara-gara kecelakaan atau dibunuh. Ia akan kembali pada hari ketujuh sejak kematiannya untuk membalas dendam. Peneliti modern yakin bahwa cerita itu dibuat oleh penguasa untuk mencegah terjdinya pembunuhan.

Copyright @ Irwan Ghailan, 2004, ”Salah Paham tentang Setan, Jin, Roh,  Hantu dan Sihir

Kategori: artikel · hantu · my opinion · nyai kidul · nyai loro kidul · nyai roro kidul · opini · setan

20 tanggapan so far ↓

  • warnetubuntu // Oktober 31, 2007 pada 11:02 pm

    Mungkin ini yg dinamakan dengan hegemoni? mirip kepercayaan jepang yg mengatakan bahwa kaisar jepang merupakan keturunan dari dewa matahari (amaterasu omikami) ?, sehingga menurut kepercayaan sebagian masyarakat jepang (sampai sekarang masih ada loh), bahwa orang atau kelompok yang ingin menggulingkan kekuasaan kaisar pasti akan gagal? :)

  • Brain|beQuestzOne // November 10, 2007 pada 9:29 am

    Kalau githu bukan cuma Amerika aja yang punya mitos zerem mengenai sosok aneh yang mendiami wilayah perairan disekitar kawasan segita bermuda , ternyata negaraku”Indonesia” juga punya yaa ? Adakah kemiripan maupun link yang dapat ditarik dari kesamaan pemahaman terhadap mitos yang melegenda dan tertanam dalam sanubari rakyat Indonesia (khususnya mereka yang kesehariannya sebagai nelayan dikawasan tersebut) dan penduduk dunia. Apakah di dasar laut tersebut memang benar-benar ada kehidupan lainnya yang beda dimensi dengan kita????

    Nice articles….

  • dm89 // November 14, 2007 pada 4:33 pm

    setuju mas!!!
    mereka hanya ada dalam akal dan pikiran manusia!!!!

  • masdhenk // Desember 11, 2007 pada 4:00 pm

    ulasan yang menarik…
    perlu disebar luaskan mas…

  • hesti kecil // Desember 15, 2007 pada 6:51 pm

    ya memang gak logika tetapi kok ya ada beberapa narasumber yang memang mengalami secara nyata trus piye coba,,,, alhasil percaya nggak percaya bukan???

  • RIVAROLA // Desember 27, 2007 pada 1:46 am

    ANDA KELIRU BESAR! agama samawi menekankan supernatural tp tidak diungkap! memang ilmiah dulu baru gaib! TANYA PAK SOEHARTO ATO SBY skg, bagaimana dia bisa mengalahkan koalisi!

    iRW: apa hub dengan isi tulisan saya?

  • npherryanto // Januari 7, 2008 pada 12:48 pm

    Setubuh boss…
    http://opiniherry.blogspot.com/

  • putrasetia // September 1, 2008 pada 8:37 pm

    assalamualaikum..

    maaf ya anda sebenarnya beragama apa ni..

    mulai sekarang baiknya kita berpikir bijaksana aja lah … jangan jadi orang yang sok tau ya…
    kalo kita mau tau akan suatu kebenaran ya sok atuh anda terjun kebidang tersebut.. bukannya hanya duduk manis baca buku yang jelas2 buku2 tersebut adalah buatan orang2 yang tidak bertanggung jawab bahkan saya yakin mereka tidak terjun langsung tuk mencari kebenarannya hanya bisa berimajinasi dan berinlektual belaka..
    INGAT di dunia ini ada 7 ALAM salah satunya alam kita ini dan ada juga alam GAIB yang tidak bisa pake logika atau BUKU tapi harus dipelajari dan diyakini..
    anda jangan menghina tentang KANJENG NYAI RORO KIDUL karna beliau adalah benar2 ada dan nyata bagi orang2 yang berilmu bukan orang2 yang sok ngayal n sok tau…
    jadi jangan ya bikin merusak keyakinan orang lain selagi keyakinan itu baik dan BENAR adanya…

    thanks

  • awanmerah21 // Oktober 20, 2008 pada 9:47 am

    yah boleh juga tuh bahasan di atas , tapi saya mau minta pendapat dn ketrangn mas nih ttg foto dan lukisan nyi roro kidul . di pantai POPOH tulung agung ada sebuah palereman yg di dalam di pajang foto nyi roro kidul , foto itu foto asli tahun 1994 ketika ad anak2 SD yg sedang bertamsya di pantai popoh dan secara tidak sengaja memfoto sosok nyirorokidul di tengah laut,, waktu tahun segithu do pedesaan lom ada yg namanya rekayasa foto bos,, nah yg aneh nya sosok yg terfoto tahun 1994 yg di yakini adalah nyi roro kidul bisa sama persis dengan lukisan yg ada di rumah nenek saya yg di buat tahun 1972 ,, gimana penjelasan nya mas ???

  • nyai4pancoran // November 9, 2008 pada 3:35 pm

    mas..mas…
    kalo cuma tau luarnya saja mbok ya jangan sok pintar…

    Kanjeng Ratu itu benar adanya dan nyata wujud fisiknya bisa dilihat, dimintai nasehat dan pencerahan hingga detik ini selalu mengamati.

    Lain kali hati-hati kalau nulis blog seperti ini , karna anda sudah “BERHUTANG” dan suatu saat akan ditagih oleh beliau..

    wasalam

  • rokctron // Desember 7, 2008 pada 7:17 am

    wah…kacau..kacau..nih..
    penunggu blog ini cuma ber-KIBLAT pada buku karangan MANUSIA..

    wasalam

    IRW: terus memang ada buku karangan nyai roro kidul? anda ini aneh sekali. selama ini anda diselimuti awan ketidaktahuan, tapi anda bahagia. anda percaya pada hal yang tidak jelas

  • Mbah Jogo // Desember 17, 2008 pada 12:06 pm

    kulonuwun,
    maaf, ikut nimbrung untuk menambah wacana aja kang.
    benar atau tidak adanya Nyi Roro Kidul wallahu ‘alam. pembahasan ini akan menjadi perdebatan panjang yang tidak akan ada ujung pangkalnya.
    Yang jelas dan terbukti bahwa daerah (pesisir) yang berdekatan/bersinggungan dengan pantai selatan sering terkenah musibah yang dinamakan TSUNAMI (Gelombang besar).
    Photo/Lukisan Nyi Roro Kidul biasa terdapat gelombang laut. Insya Allah 1000 tahun yang lalu bahkan lebih dari itu, nenek moyang kita memberi isyarat bahwa sering terjadi bencana dari arah laut berupa gelombang besar yang menghancurkan daratan.

    Karena didunia ini tidak ada yang tidak mungkin bagi Alloh yang Maha Kuasa.
    Semua itu salah satu tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi manusia yang berfikir.

    Setiap perbedaan pendapat tidak ada yang salah dan benar, karena pendapat/keyakinan itu akan jadi benar bagi yang percaya dan menjadi salah bagi yang tidak percaya. Kesimpulannya salah dan benar adalah milik Alloh, di hari kiamat manusia akan sama-sama membuktikan mana yang benar dan salah.

    Yang penting bagaimana cara kita mensikapi Legenda tersebut dengan cara befikir yang bijak.

    Salam dari,
    manusia yang pelupa dan sering salah.

  • Mbah Jogo // Desember 17, 2008 pada 12:10 pm

    oh ya lupa, kira-2 ada yang koleksi photonya Nyi Roro Kidul. jika tidak keberatan kirim ke blog ku :
    mbahjogo.wordpress.com.

    semoga semuanya menjadi amal kebaikan.
    maturnuwun……….

    manusia yang lupa dan salah.

  • deckill // Januari 30, 2009 pada 1:14 am

    assalam’muallaikum wr wb …
    ikod corat coret yah …

    kalo benar mahluk gaib adalah fiktif dan hanya sebuah imajinasi saja … lalu kenapa kita mempercayai dan yakin akan sang pencipta yang sudah memberikan kita kehidupan apakah kita juga hidup atas kemauan sendiri … dan manusia harus di hadapkan antara hidup dan mati lalu siapa yang ada dalam tubuh kita ? jiwa ato roh yang selalu tertulis dalam sebuah buku.

    dari pada kita membahas dunia gaib yang tak mungkin kita capai dengan ilmu teknologi sekarang ini lebih baik sob belajar tentang diri sendiri, hidup dan mati serta sang pencipta …

    kebudayaan indonesia jgn pernah di sama kan dengan kebudayaan luar. tahu kah sob karna kebudayaan indonesia sendiri beraneka ragam selain itu warisan dari nenek moyang ngga mungkin bisa hilang walo pun zaman sudah modern contoh nya saja dengan ilmu pelet yang noteband nya masih banyak orang yang melakukan nya apakah itu juga untuk menakut nakuti masyarakat yg bodoh dan tolol.

    belum lagi dengan ilmu yang lain nya sulit di tangkap dengan logika seperti hal nya ilmu teluh tenun kedigjayaan. dengan berbagai macam ritual yang harus di lakukan manusia yang menginginkan nya demi kepuasaan pribadi dan ada juga untuk sebuah kebaikan. sebenar nya semua itu baik cuman terkadang para pelaku nya aja yang ngga bisa membawa dan melakukan dengan sebuah kebaikan.

    sebelum sob menulis tentang kanjeng ratu apakah sob sudah membuktikan nya sendiri tentang keberadaan nya? bukan kata orang lain ato sebuah buku yang sudah beredar.

    IRW: tentu saja saya belajar selama ini membangun cara pikir saya lewat / ada gurunya yaitu buku atau teman/ulama. tapi nabi ibrahim belajar tanpa guru, jadi anda pikir ibrahim berguru kepada setan? <<< seperti yang sob bilang sendiri … mungkin beberapa guru / ulama yang sob percaya bisa membantu tentang keberadaan kanjeng ratu.

    thx untuk artikel nya ^^

  • akch4 // Februari 9, 2009 pada 1:19 am

    Bismillahirrahmanirrahiim, mudah2an,, apa yang saya tulis disini bermanfaat bagi kita semua.. anda tau infocus???
    yach,, sebuah alat canggih yang dapat menimbulkan gambar bergerak atau diam di sebuah media di depan nya, bagaimana cara kerjanya??? dari sebuah data yg tersimpan kemudian di olah menjadi gambar yg transfaran menggunakan oftik2 tertentu dan kemudian disinari dengan lampu sorot yg menyala terang yang membawa bayangan gambar ke media, jadi dimana sebenarnya letak gambar sesungguhnya??? apakah didalam infocus atau di permukaan Media??? yach betul.. gambar sesungguhnya berada dalam infocus, gambar di media hanyalah bayangan,, jika infocus tidak dihidupkan maka gambar di media tidak akan ada atau nampak…, apakah sampai disini kira2 anda mengerti dengan apa yg saya tulis??? begitu juga dengan cerita hantu,, itu semua dibenak kita saja, krena doktrin2 terdahulu yang salah arti, sehingga panasnya rasa takut timbul dan mengeluarkan sinar yang kemudian membuat bayangan didepan matanya,, ayo kita sama2 memurnikan ketauhidan kita kepada Allah.. jangan mengada-adakan yg tidak ada,, selalu Istigfar agar hati kita yang tertutup bisa terbuka untuk menerima karunia dari Allah SWT yang Assamad, tidak terputus2, tidak berongga, dapat dikatakan juga sesuatu yang padat, Kul Huwallahu AHAD” Wassalam

  • leeah72 // Maret 1, 2009 pada 7:30 pm

    Assalammu’alaikum

    Kalau menurut saya sih namanya mahluk halus jin, setan dll, Adalah ada. Dan Islam mewajibkan kita mempercayainya seperti halnya kita percaya akan keberadaan malaikat. Saya sering membaca dari literatur yang bisa dipercaya seperti tafsiran hadist bahwa tidak satupun manusia di bumi ini diperlihatkan bentuk asli setan atau Jin yang sesungguhnya, bahkan para nabi.

    Jin diciptakan dengan kemampuan khusus oleh Allah sehingga bisa menyerupai apa saja yang mereka mau i (berupa mahluk selain Allah tentunya). Nah asal muasal Hantu, ruh gentayangan bahkan legenda hidup semacam Nyai ini yaah mungkin memang ada. Keberadaan mereka adalah karena diciptakan oleh pikiran manusia yang dari jaman kuno dulu sudah jalan dengan gilang gemilang. Alias apa yang kita namakan takhayul. Ketakhayulan inilah yang disalah gunakan oleh para jin yang tidak bertanggung jawab. Mengajak manusia ke arah kemusyrikan yang membabi buta dengan iming kehidupan yang lebih menyenangkan.

    Pada sejarahnya setiap negara, daerah, tempat di dunia ini punya legenda semacam Nyai roro kidul. Taruhlah legenda si High lander yang super ngetop dari daerah tinggi Scotlandia, atau dracula atau vampire dari eropa timur, bahkan naga dari danau lockness di inggrish dll. Mungkin itu dikarenakan memang golongan Jin mempunyai umur yang lebih panjang dari umat manusia. Dan dari literatur yang saya baca juga Jin dan sekutunya dalam beranak pinak memang mengikuti kultur budaya tempat dimana dia tinggal. Kalau anda-anda sering membaca doraemon dengan hantu api dan mata satunya begitu pula dengan cerita hantu pocong di tanah jawa atau gondoruwo atau leak di bali. dan masih banyak lagi contohnya.

    Demikian semoga bisa menjadi tambahan. Untuk saya sendiri sih kalau bisa sejauh mungkin kita menjauhi hal2 syirik semacam itu bahkan percaya ayat kursi bisa menjaga kita saja ayah saya bilang itu termasuk syirik, yg bisa menjaga kita adalah doa kita kepada Allah, bukan Syurahnya. Dimana di doa itu harus disertai keimanan tinggi dan jauh dari najis alias bersih kasah kasih, apalagi dari najis Syirik.

    Wallahu A’lam

  • SABDå // Agustus 25, 2009 pada 9:39 pm

    Copyright @ Irwan Ghailan, 2004, ”Salah Paham tentang Setan, Jin, Roh, Hantu dan Sihir“

    Maaf, saya nilai ilmunya benar2 dangkal2. Ilmu yg mengandalkan rasio belaka. Rasio jelas sangat terbatas kemampuannya, masih terbelenggu di dalam emosi/nafsu. dan mudah terkena polusi imajinasi. Sementara, org2 jawa dan leluhur nusantara zaman dulu benar2 mendayagunakan software yg lebih canggih berupa rasasejati. Yang terbebas dari nafsu maupun imajinasi. Sehingga sangat arif dan bijak mensikapi hal2 gaib. Bukan dalam kesadaran kamuflase yg hanya basa-basi-busuk semata, namun karena berangkat dari highest consciousness untuk mengerti, memahami, dan menyaksikan NOUMENA (eksistensi gaib/metafisik). Bukan sekedar melihat fenomena saja.

    marilah kita manfaatkan software yg kita semua miliki. Sebenarnya tak ada org yg bodoh dan jahat, yang ada hanya org2 yg belum mengerti hakekat sejatinya. sebab itu, manusia sekarang banyak yg mudah bingung, gumunan, dan kagetan hanya menghadapi peristiwa sederhana saja, misalnya wabah penyakit, bencana alam dst. semua itu ada hub sebab akibat dgn tingkat kesadaran yg sangat rendah (kesadaran jasad) manusia yg mengklaim diri modern dan agamis.
    Berharap tulisan di atas bermakna utk memaparkan realitas obyektif bahwa di sekitar kita, masih ada sebagian masyarakat yg level kesadarannya rendah.

    salam sih katresnan

  • olads // Oktober 23, 2009 pada 5:12 am

    Menanggapi tulisan diatas menjadi sangat geli sekali, karena sy melihat bukti kebenaran dari daya kerja otak kiri(12%) yang benar-benar bodoh(lata’lamuna syai’an), untuk dipaksakan memahami dunia ghaib yang sebenarnya tidak bisa di rasionalkan secara logic.

    Sehingga kemampuan otak kanan yang (88%) mempunyai kemampuan intuisi, spitirual, abstrak, metafisika, menjadi lumpuh total.

    Alhasil pendapat tsb diatas telah melantur terlalu jauh dengan anggapan untuk menakut-nakuti. Sungguh ini suatu pendapat yang garing tanpa makna, karena bukan suatu tesis pembuktian yang memberikan pembelajaran.

    Sebab sang penulis sesungguhnya tidak tahu menahu tentang apa yang dibahas nya, apalagi dikonversikan dengan jin, setan, dan, iblis. Untuk ketiga makhluq inipun sang penulis sangatlah tak berpengathuan, pakah itu jim,syetan, dan iblis, sehingga beberapa referensi yang diambil bukan dari orang-orang yang credible di bidangnya, alhasil tulisan diatas sangatlah ngelantur dan ngawur.

    Padahal sesuatu yang abstrak itu telah dikonversi menjadi kongkrit yang dinikmati oleh seluruh manusia, seperti halnya Handphone,TV, satelit, radio komunikasi, dll.

    Bagai mana gambar TV itu tiba-tiba muncul di depan mata ?, bagai mana suara jarak jauh dan sms tiba-2 masuk ke Handphone, bagai mana satelit luar angkasa informasinya bisa sampai kebumi dengan jarak jutaa kilo meter.

    Siapa yang membawa seluruh informasi data multimedia termasuk internet sampai dei depan mata ?……………ooooh capeee deh, perlu sekolah lagi sepertinya kita ini.

    Kadang manusia tidak menyadari bahwa dirinya sedang berinteraksi dengan ke ghoiban rekayasa teknolgi yang dinyatakan dalam bentuk lain.

    Dan benarlah firman Tuhan bahwa dunia ini telah menipu manusia, karena sesungguhnya mata manusia tidak dapat melihat yang sebenarnya(Hakiki).

    Untuk melihat sebuah benda atau warna, mata harus menangkap getaran listrik medan magnet dari object yang ditangkap lensa mata (IPA SMP)kemudian disampaikan ke memory otak melalu saraf-saraf halus dengan dengan getaran listrik statis dalam jaringan otak.

    Sehingga bila saraf-saraf tsb rusak manusia bisa buta warna atau buta total karena saraf matanya tidak dapat menangkap getaran listrik disekitar nya.

    Panca indera lahiriah manusia adalah merupakan satelit informasi otak kiri yang kemampuannya hanya 12 % dalam kesadaran.

    Sedang otak kanan bawah sadar dengan kemampuan 88% mampu mengontrol dan mengatur seluruh organ dalam manusia dan seluruh jaringan tubuh tanpa diperintah oleh fikiran kita.

    Kayaknya kita perlu banyak belajar dari diri sendiri, sebelum menilai apa yang ada diluar diri. Sebab siapa ynag mencari kebenaran keluar dari dirinya maka akan tersesat.

    Dan kesesatan itu telah kita lihat dari website ini dengan tanpa melihat secara kongkrit.

  • IRW // November 25, 2009 pada 5:25 pm

    “Bagai mana gambar TV itu tiba-tiba muncul di depan mata ?, bagai mana suara jarak jauh dan sms tiba-2 masuk ke Handphone, bagai mana satelit luar angkasa informasinya bisa sampai kebumi dengan jarak jutaa kilo meter.”

    To Olads:

    ente ngerti enggak sih dengan yang ente tulis di atas?

    cahaya ataupun suara itu “ada” karena bisa diukur dengan alat pengukur cahaya atau suara.

    beda dengan tuhan. tuhan itu ada, meski kita tak bisa “ukur” tuhan.

    dengan apa? kita bisa lihat oh gunung yang besar itu pasti ada yang bikin, okelah tanpa alat pengukur kita tahu bahwa tuhan itu ada, yang ciptain gunung.

    nah setan, hantu, nyai roro kidul memang menciptakan apa yang bisa dilihat (spt gunung ciptaan tuhan)?

    kalau tidak bisa menciptakan okelah, kita pakai alat ukur

    nah kalau mahluk gaib itu ada buktinya apa? diukur pakai apa?

    itu hal simple tapi enggak mampu anda pahami hai olads?

  • olads // November 25, 2009 pada 11:55 pm

    He..he..he, apa gak kebalik tuh…. tanggapan balik anda ???.

    Apakah ente mahfum dengan yang ente tulis ???.

    Disini ada bebarapa tangggapan yang berbeda dengan artikel anda, bukan ber arti yang berbeda dengan anda itu pendapatnya dan pemahamannya saja. Tapi memang berbeda dalam hasil penglihatan dan pendengarannya secara haqiki.

    Mata dan telinga itu hanya dapat melihat secara kongkrit jelas dan nyata serta terbatas ukurannya, tapi pendengaran dan penglihatan itu bukan dari mata dan telinga secara fisik, karena indera manusia itu mampu melihat dan mendengar sesuatu yang tak tampak kongkrit dan yang tak terukur sekalipun oleh alat ukur apapun di dunia ini.

    Nah itulah mengapa manusia disebut bodoh tidak tahu apa-apa(lata’lamuna syai’an), karena, Tuhan mengatakan demikian ditujukan kepada kesadaran(ingatan) manusia yang dioperasikan oleh otak kiri dengan kemampuan 12%, yang menuntut secara logika, terukur secara, matematik, kongkrit, tampak jelas dalam penglihatan dan pendengaran. Sehingga segala sesuatu nya dituntut untuk adanya alat ukur secara nyata yang bisa tampak mata.

    Padahal manusia itu sendiri, secara indera lahiriah mampu merasakan, mendeteksi, panas, dingin, manis, pahit, asin,sakit, sehat, gembira, sedih, marah, cinta kasih, yang semuanya itu tidak perlu “optional tool measuring”. Dan semua itu tersedia dengan jelas dan nyata batas ukurannya dalam diri manusia, tanpa alat bantu dan alat ukur serta laboratorium.

    Indera yang dioperasikan secara sadar oleh manusia pada mata dan telinga yang di sensor oleh otak kiri(12%), mempunyai keterbatasan sehingga memerlukan alat bantu, tetapi indera manusia yang sensor oleh otak kanan(88%), mempunyai kamampuan 7 kali otak kiri dengan object abstrak yng letaknya dibawah kesadaran.

    Otak kanan bawah sadar mampu menyensor menyampaikan ukuran detak jantung, aliran darah, kerja paru-paru, ginjal, hingga ke syaraf-syaraf sekecil rambut pada jaringan otak, yang tidak perlu kita sadari untuk dibatasi dan diukur oleh alat bantu, namun mampu berjalan secara naluri alamiah(natural).

    Inilah alat-alat ukur yang tersedia pada diri manusia itu sendiri tanpa bantuan dari luar dirinya. Baik naluri (insting), intuisi, intelektualitas, kecerdasan, hati nurani(mata hati), adalah merupakan alat ukur yang akurat dan mampu mendeteksi memahami, melihat dan mendengar sesuatu yang abstrak, hinga tampak jelas dan nyata haqikat dari sesuatu object.

    Semua alat ukur tsb akan membawa manusia kepada tingkat kebijakan dalam bertindak setelah menempuh kearifan dalam bewr ilmu hingga memahami haqikat dari sesuatu, dan alat ukur inilah yang akan menjadikan manusia menuju derajat taqwa, karena memliki sifat “Fathonah” (cerdas).

    Orang cerdas pasti pintar, arif karena ber ilmu, bijaksana karena memahami dan mengerti atas haqikat dari segala sesuatu ciptaan Tuhan. Tetapi orang pintar sebaliknya dari itu semua, karena tidak mengerti dan mamahami apapun yang di perbuat nya, sehingga orang pintar kadang “keminter”(sok pintar), artinya membodohi diri sendiri, bisa menyesatkan dirinya dan orang lain karena tidak memahami haqikat dari sesuatu.

    Suatu contoh :

    Se ekor monyet bila diberikan buah kelapa hanya dibuat mainan, bila manusia yang diberi buah kelapa, maka manusia akan melihat bahwa pada buah kelapa tampak ”minyak kletik”, padahal bila buah kelapa itu di belah takan tampak nyata minyak nya.

    Demikian pula rasa manis dan asin, takkan tampak kongkrit rasanya, yang tampak adalah media nya, simbol nya ,tulisanya, molekulnya.

    Tuhan berfirman :
    “ lalu Aku berikan pendengaran dan penglihatan serta aqal & hati(af idah), agar kamu bersyukur”.

    Pendengaran dan penglihatan bukan saja “telinga dan mata” yang berfungsi mengukur kongkrit, tapi lebih dari itu kemampuan dari sifat mendengar(sami’an) dan sifat melihat(bashiran), adalah sifatullah sami’un bashirun)milik Tuhan yang telah di anugerahkan kepada manusia, yang di sensor oleh aqal dan hati(af idah).

    Tuhan memberi penjelasan bahwa : “ syetan masuk melaui aliran-aliran darah…”.
    Bahwa selanjutnya sudah pasti syetan membuat pengaruh dalam aqal fikiran, hati dan perasan, yang selanjutnya akan tanpak pada prilaku…bagai manakah cara mendeteksi dan mengukurnya bahwa syetan merambat dalam aliran darah ???.

    Tapi dengan kesadarannya manusia mampu untuk mendeteksi dan mengukurnya, sehingga manusia mampu mengendalikan diri dengan tanpa alat bantu untuk mengukur syetan berada pada frequensi berapa, power dan kecepatan nya ??.

    Firman Allah :

    “di bumi ini terdapat tanda-tanda bagi yang yakin, begitu pula pada dirimu, tidak kah kamu perhatikan ??”

    “kami lebih dekat dari urat leher mu”………..(apa dan siapakah Kami dalam firman Nya ???)

    ” Dimana kamu mengadap disanalah wajah Allah”

    “dan DIA(Allah) bersama kamu dimana saja berada”

    “siapa yang buta terhadap AKU di dunia, maka kelak diakhirat akan lebih buta kepada AKU”

    “yang buta bukanlah matanya, tetapi hatinya, yang tuli bukanlah pendengrannya tapi hatinya”.

    Jadi untuk mengukur keberadaan Tuhan dan seluruh makhluq ciptan Nya yang tak tampak mata dan tak terdengan oleh telinga, tidak diperlukan alat bantu pengukuran.

    Cukuplah Alqur’an sebagai petunjuk yang tersurat, dan alam kehidupan sekitar kita termasuk diri kita sendiri lahir dan bathin sebagai petunjuk bukti yang tersirat.

    Maka semuanya itu akan tampak nyata dan jelas haqikat dari sesuatu , tanpa bantuan alat ukur optional.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.