Apakah itu Roh (Ruh)?

Roh atau disebut juga jiwa (nafs) atau arwah adalah kosa kata yang berasal dari bahasa Arab yaitu ar-ruh (artinya menyusul, kalau saya sudah tahu. ada yang tahu?).

Sebenarnya apa sih roh itu? Meskipun pengetahuan kita tentang roh adalah sedikit (ayat Alquran menyusul), Saya pikir sih tidak ada salahnya bila kita mencoba membahas pengetahuan tetang roh yang “sedikit” ini, selama pembahasan dibatasi pada sifat-sifat roh bukan tentang “apa materi” dari roh. Yang coba saya lakukan hanyalah membuat suatu pendekatan-pendekatan untuk memudahkan saya memahami roh yang sebagaimana telah saya ungkapkan dalam Bab 1  buku saya, bahwa tubuh manusia terdiri dari dua unsur yaitu unsur fisik / jasmani dan unsur yang tidak terlihat yaitu unsur rohani atau roh.

Berikut tiga analogi yang saya buat mengenai roh:

(1) Arus Listrik dan Lampu

Roh dalam tubuh dapat diibaratkan sebagai listrik yang mengalir ke dalam sebuah lampu. Lampu yang masih berfungsi dengan baik, bila dialiri listrik maka lampu akan menyala. Roh disini seperti arus listrik tersebut, tidak terlihat tapi ada. Hanya bedanya listrik masuk ke lampu lewat kabel, sedangkan roh masuk ke tubuh tanpa kabel. Listrik dari PLN, sedangkan roh dari Tuhan. Jadi Tuhan berfungsi sebagai “PLN-nya roh para manusia”. Bila lampu menyala, maka akan keluar cahaya. Kamar yang gelap akan tersinari oleh nyalanya. Bila saklar dimatikan maka listrik putus, lampu pun akan padam. Kamar pun menjadi gelap kembali.
(2) Batu Baterai dan Senter

Antara tubuh dan roh kita samakan dengan sebuah senter dan batu baterai yang keduanya masih berfungsi dengan baik. Nah bila ke dalam senter kita masukkan batu baterai, kemudian tombol “on” ditekan, maka senter akan menyala menerangi sekitarnya. Tapi apabila batu baterai kita keluarkan dari senter maka senter tersebut tidak akan menyala meskipun tombolnya ditekan. Demikian juga batu baterai itu, bila tergeletak sendiri tanpa senter, baterai tidak akan bisa menimbulkan cahaya, tidak akan menerangi keadaan sekitar.
 (3) Udara dalam Balon

Roh didalam tubuh dapat juga diumpamakan seperti udara yang terkurung dalam sebuah balon yang menggelembung dan diikat ujungnya. Bila balon ditusuk jarum, maka balon akan meletus. Udara dalam balon akan keluar dan tidak dapat dimasukan lagi karena balonnya sudah pecah. Demikian halnya pada orang mati rohnya tidak lagi dapat dikembalikan ke tubuh orang itu karena “tempat rohnya” sudah rusak.

Nah Seperti itulah bedanya antara manusia yang masih hidup dengan manusia yang sudah mati. Seseorang yang mati, berarti rohnya telah meninggalkan tubuhnya, seperti halnya listrik yang dimatikan akan membuat lampu tidak lagi menyala atau seperti senter tanpa batu baterai atau seperti balon yang telah meletus.  Manusia bisa berbicara, berpikir, bergerak, berkembang biak, membuat lelucon atau berinteraksi kepada manusia lainnya dikarenakan dalam tubuh manusia itu ada rohnya. Jadi perlu kita selalu ingat disini, bahwa:¨ Tubuh manusia tanpa roh berarti tubuh manusia tidak akan bisa berpikir, tidak akan bisa melakukan aktifitas¨ Roh sendirian tanpa adanya tubuh manusia, berarti roh diam saja, tergeletak seperti batu baterai. Jadi pembaca, adanya cerita roh gentayangan, orang mati hidup lagi seperti cerita sundel bolong dimana seolah-olah roh atau hantu mempunyai pikiran ya terlalu mengada-ada, lha wong otaknya sudah tidak ada, sudah “tidak ada batu baterenya” kok!

Saya harap anda tidak lagi percaya akan cerita-cerita bodoh tentang roh gentayangan, arwah penasaran atau cerita-cerita sejenis. Lalu bagaimana kasus orang mati suri yang masih bisa hidup kembali selama tidak melebihi 8 jam atau orang koma selama berhari-hari bahkan bertahun-tahun lalu sadar kembali? Itu sih gampang saja, selama orang itu bisa hidup kembali berarti orang itu belum mati, karena rohnya masih ada didalam tubuh.

Note: saya tidak bermaksud “show off”, tetapi buku-buku mengenai roh yang ditulis para penulis islam yang pernah saya baca benar-benar jauh pangang dari api.

Sumber (sebagian dari): buku “Salah Paham tentang Setan, Jin, Roh,  Hantu dan Sihir”

About these ads

6 responses to “Apakah itu Roh (Ruh)?

  1. berbeda dengan makhluk dimensi lain, saya cenderung untuk tidak mempercayai adanya roh gentayangan..

    saya pernah mengikuti rekaman kuliah umum tentang otak oleh Profesor Vilayanur S. Ramachandran MD, PhD (http://psy.ucsd.edu/chip/ramabio.html), beliau mengatakan bahwa secara intuitif, manusia itu adalah satu2nya creature yg “merasa” bahwa didalam dirinya ada suatu entitas (ruh) yang sedang terkungkung didalam tubuhnya.. *pandangan atheis* :) , hal ini digunakan sebagai mekanisme untuk mempertahankan keberadaannya.. atau yg dinamakan dengan Built-in Self Defense Mechanism,

  2. Soal ruh baca saja Al Isro (17) ayat 85, tetapi isinya jangan diperluas, karena Allah Maha mengetahui segala-galanya, tetapi manusia sok tahu mengenai hal ini.

    Wasalam, Soegana Gandakoesoema, Pembaharu Persepsi Tunggal Agama millennium ke-3 masehi.

    IRW:

    Kalau tidak salah bunyi ayatnya nya “ruh adalah urusan Tuhanmu, kamu hanya mempunyai pegetahuan sedikit ttg ruh” Nah saya pikir tidak ada salahnya membahas yang sedikit itu. selama ini yang sedikit belum pernah dibahas. Lagi pula uraian saya tentang ruh masih dalam batas yang wajar dan ringan.

  3. menarik :)

    dari semua bahasan intinya teteup hanya satu..
    komersialitas..

    untuk mendongkrak penjualan bukunya, yang teteup mengikuti trend “menjual sesuatu yg berbau mistis” yang masih diminati oleh masyarakat kita..

    (termasuk saya sendiri sebetulnya…)

    salam,
    boge

    terima kasih atas semua tulisan anda yang menarik…

  4. roh adalah makhluk Allah yang sememangnya tidak putus2 berzikrullah…disebabkan manusia gagal memeliharanya, maka roh semakin tidak berfungsi (Sila rujuk Sirrul Salikin bab ruh).

    soal roh bergentayangan, itu adalah kefahaman ortu aja…….sehingga bisa menyebabkan syirik.

    kita hanya fokus kepada Allah yaitu zat yang Maha agung dan Tunggal…..

    wassalam

  5. Ruh itu diibaratkan sebagai bensin, dan nafsu itu diibaratkan sebagai pengendara mobil, dan tubuh itu diibaratkan sebagai mobil tersebut. Maka apakah kita akan menuruti seluruh tata tertib di jalan raya?… Kalau tidak menuruti Insya Allah anda akan mengalami kecelakaan lalu-lintas. Dan kalau anda sampai kecelakaan lalu-lintas, maka hanya stu pesan dari ku yaitu: “Rasakanlah”. Begitu pun mengenai diri kita, apakah anda akan menuruti tata tertib hidup yang sebagai jalan agar masuk surga?… Jikalau anda itu masuk neraka, maka hanya satu pesan dari ku yaitu: ‘Nikmati itu”.

  6. haha…!!
    setan, jin, dan hantu, hanya imajinasi….!!
    ruh hanya imajinasi, langit hanya imajinasi, angin hanya imajinasi, cahaya hanya imajinasi, hidup ini hanya imajinasi…!!
    “asal2 aja”

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s